Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeEconomyEkonomiInvestasi Telkomsel di GOTO Rugikan Negara

Investasi Telkomsel di GOTO Rugikan Negara

Jakarta – Investasi Telkomsel sebesar Rp6,4 triliun ke PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memunculkan dugaan kuat adanya kerugian negara serta pengabaian kepentingan rakyat. Hal ini mencuat dalam diskusi bertajuk PhD Edan Podcast yang menampilkan analis ekonomi Agus Edi Kristianto dan Yanuar Nugroho.

Menurut laporan keuangan GOTO tahun 2024, sebagian besar pendapatan perusahaan—yakni 72,4%—bersumber dari sektor layanan Gojek, terutama melalui kontribusi mitra ojek online (ojol). Namun, ketika mitra menuntut penurunan potongan aplikasi dari 20% ke 10%, GOTO menyebutnya sebagai tuntutan yang “tidak masuk akal”.

“Mitra ojol bukan figuran, mereka aktor utama bisnis GOTO. Menyebut tuntutan mereka tidak masuk akal adalah logika yang sesat,” ujar Agustinus.

Agustinus
Agustinus

Dana Negara Mengalir ke Asing

Kritik semakin tajam ketika diketahui bahwa investasi Telkomsel ke GOTO digunakan untuk membeli saham lama (treasury stock), bukan saham baru. Ini berarti uang negara tidak digunakan untuk ekspansi atau meningkatkan kesejahteraan mitra, melainkan untuk membeli saham dari investor awal.

Laporan menyebut sejumlah nama yang diduga menerima dana dari aksi buyback senilai Rp1,7 triliun, di antaranya:

  • PT Northstar Pacific Investasi

  • Nth Gema Incorporation

  • PT Amanda Cipta

  • WP Gojek Investment Fund

“Buyback saham lama berarti investor lama exit dan cuan. Rakyat tidak dapat apa-apa. Mitra ojol justru semakin dipotong,” tegas Yanuar.

Yanuar
Yanuar

Dugaan Konflik Kepentingan dalam Investasi

Isu menjadi makin serius karena adanya dugaan konflik kepentingan. Menteri BUMN Erick Thohir disebut sebagai pengambil keputusan dalam investasi ini, sementara kakaknya, Boy Thohir, merupakan komisaris dan pemegang saham GOTO.

Hubungan afiliasi itu nyata. Ini harus diperiksa oleh OJK atau Kejaksaan Agung. Apakah ada konflik kepentingan atau bahkan permufakatan jahat?” tanya Agustinus.

BUMN Telkomsel Rugi Rp4,7 Triliun

Alih-alih menghasilkan keuntungan, Telkomsel mencatat kerugian impairment Rp4,7 triliun akibat turunnya nilai saham GOTO. Padahal, Telkomsel adalah anak usaha Telkom yang sebelumnya menyumbang dividen terbesar ke negara.

“Dari laba operasional Rp69 miliar yang dihasilkan Gojek tahun lalu, tidak sebanding dengan suntikan dana 6,4 triliun. Ini bisnis yang tidak sehat,” papar narasumber.

Skema Tidak Menguntungkan Rakyat

Investasi Telkomsel juga tidak menyentuh akar ekonomi kerakyatan. Tidak ada jaminan sosial, subsidi BPJS, atau peningkatan kesejahteraan bagi para mitra ojol yang menjadi tulang punggung ekosistem GOTO.

Di sisi lain, pemilik awal saham menikmati exit strategy yang menguntungkan, termasuk entitas asing seperti SoftBank dan Alibaba.

Infografik Dana dan Kerugian BUMN

Untuk menggambarkan ketimpangan alokasi dana tersebut, berikut data ringkas:

Komponen Nilai
Investasi Telkomsel ke GOTO Rp6,4 triliun
Kerugian Telkomsel (Impairment) Rp4,7 triliun
Dana mengalir ke investor lama Rp1,7 triliun
Laba Gojek On Demand 2024 Rp69 miliar

Sumber: Laporan Keuangan GOTO 2024, Podcast PHD Edan

Desakan Proses Hukum dan Restitusi Negara

Agustinus dan Yanuar mendesak agar penegak hukum—terutama Kejaksaan Agung dan OJK—menelusuri aliran dana investasi tersebut. Mereka mengusulkan skema denda pengganti pidana agar dana negara dapat ditarik kembali dan dibagikan kepada mitra ojol.

“Jika terbukti, negara bisa minta ganti rugi. Rp6,4 triliun itu bisa dibagikan ke jutaan mitra ojol sebagai bentuk keadilan,” kata Yanuar.

Investasi Telkomsel di GOTO menimbulkan pertanyaan besar tentang tanggung jawab negara dalam mengelola aset BUMN. Di tengah krisis keadilan sosial dan ketimpangan ekonomi, pengembalian dana negara ke rakyat menjadi urgensi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here